Home » » [Tips Menulis] Selera dan Kualitas

[Tips Menulis] Selera dan Kualitas

Ada pembaca yang suka cerita yang sederhana, mengalir secara natural. Cerita tentang kehidupan sekitar, bahkan sangat mirip dengan kehidupan sang pembaca.

Ada pula pembaca yang suka cerita yang luar biasa, extreme, mengejutkan, misterius. Cerita yang jarang sekali ditemui  dalam kehidupan nyata sang pembaca.

Sebenarnya cerita mana yang lebih bagus? Yang sederhana atau yang extreme ? Yang mengalir normal atau yang tajam misterius? Yang biasa atau yang aneh?

Dua-duanya sama bagusnya, tergantung selera pembaca. Sebagaimana busana atau makanan, selalu ada perbedaan selera. Ada yang suka makanan manis, ada pula yang asin, bahkan ada yang gemar makanan ekstra pedas sehingga menghabiskan berkilo-kilo cabai. Penggemar manis sulit sekali dipaksa menikmati makanan asin , begitu pula sebaliknya. Begitu pula dalam hal selera berbusana. Sang penggemar busana sederhana pastilah jengah bila disuruh mengenakan busana gemerlap penuh hiasan, dan sebaliknya.

Berarti tukang masak atau perancang busana bisa seenaknya dong, membuat masakan atau mendesain busana asal jadi. Toh pasti ada yang menyukainya

Bukanlah seperti ituKarena selalu ada kualifikasi dalam selera seperti apapun. Manis tidaklah asal manis, asin tidaklah asal asin. Selalu dibutuhkan kompetensi untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas, menggunakan ukuran apapun.

Dalam ilmu kepenulisan, ada banyak macam tulisan, ada banyak genre tulisan, ada banyak selera tulisan. Bahkan setiap media baik cetak maupun online punya selera yang berbeda dalam memuat cerita fiksi penulis. Setiap juri, setiap ahli, dalam lomba cerita fiksi juga punya selera yang berbeda.

Kalau seperti itu, bagaimana mengukur kualitas tulisan fiksi?

Saya membagi dua bagian besar pendekatan untuk menilai sebuah tulisan. Saya sebut pendekatan  akademik dan pendekatan bisnis. Penilaian sebuah tulisan secara akademik tentu saja menggunakan bermacam-macam parameter dan berbagai pendekatan methodology yang rumit, namun sangat jelas dan pasti. Sedangkan pendekatan bisnis tidak memiliki parameter baku, tidak jelas. Karena semua tergantung sang pembaca. Semakin banyak pembaca yang menyukainya, semakin bagus tulisan itu secara bisnis, karena semakin berpotensi menghasilkan keuntungan baik materi maupun non materi.

Silakan mau menulis cerita dengan selera apapun, dan lakukan dengan selalu berusaha meningkatkan kualitas, secara akademik maupun bisnis. Dan pasti, kita tidak akan pernah bisa berkualitas di semua selera, di semua genre, di semua jenis tulisan. Pilih salah satu, dan lakukan dengan sepenuh hati. Selalu belajar dari karya tulisan orang lain yang kita sukai, dan wajib : selalu menulis.

Thank you for reading article [Tips Menulis] Selera dan Kualitas

0 comments:

Post a Comment

Sponsor

Popular Posts

Blog Archive

Powered by Blogger.

About Me

My Photo

saya sangat senang berbag tentang apa saja