Kata Mutiara Membakar Anda di Tahun Baru



Kata Mutiara Membakar Anda di Tahun Baru

Kata Motivasi Membakar Anda di Tahun Baru [sesawi.net]

Kata Mutiara Membakar Anda di Tahun Baru - Tahun baru telah tiba. Anda pasti sudah memiliki daftar tentang tujuan, sasaran, atau hal-hal yang ingin Anda capai agar menjadi orang yang lebih baik, betul? Seperti halnya iman, motivasi dan semangat orang pasti bergerak: kadang naik, kadang turun.

Untuk itu, Anda perlu selalu mengisi bahan bakar semangat Anda, agar tetap bisa berkonsentrasi pada tujuan yang ingin Anda capai. Berikut beberapa kata motivasi dengan harapan bisa membakar Anda dengan semangat baru di awal tahun ini (atau kapanpun Anda membutuhkan):

  • Ukuran sukses bukanlah seberapa berat masalah yang sedang Anda hadapi, tapi apakah masalah Anda sama dengan apa yang Anda hadapi tahun lalu. John Foster Dulles -
  • Tak mungkin hidup tanpa gagal dalam suatu hal, kecuali Anda hidup dengan sangat hati-hati sehingga mungkin Anda tak pernah hidup sama sekali dalam hal ini, Anda gagal sejak awal. J.K Rowling -
  • Menyenangkan seseorang melalui suatu tindakan adalah lebih baik daripada ribuan kali menundukkan kepala dalam doa. Saadi (penyair Persia) -
  • Jangan pernah mengukur tinggi sebuah gunung, sampai Anda telah berada di puncaknya. Kemudian, Anda akan melihat betapa rendahnya gunung tersebut. Dag Hammarskjold -
  • Jangan terlalu bersikap takut dan pemilih dalam bertindak. Hidup adalah sebuah eksperimen. Makin banyak eksperimen yang Anda lakukan, makin baik. R.W. Emerson -
  • Rasa takut adalah pertanyaan: Apa yang Anda takutkan, dan mengapa? seperti halnya benih kesehatan yang terletak pada penyakit, karena ada informasi dalam penyakit tersebut, rasa takut Anda seperti sebuah ruangan yang kaya akan pengetahuan tentang diri Anda sendiri jika Anda bisa menjelajahinya. Marilyn Ferguson -
  • Dalam hidup kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi jadi apa diri kita adalah apa yang kita dapatkan dalam hidup. Jika kita ingin mendapatkan lebih, kita harus bisa menjadi lebih, agar bisa menjadi lebih, Anda harus menghadapi penolakan. Farrah Gray -

Apapun tujuan Anda, jangan terpusat pada hasil. Melainkan, nikmatilah proses perjalanannya. Ketika Anda melakukan sesuatu karena menginginkan uang yang lebih banyak, dan Anda memusatkan perhatian pada hasil, maka uang justru akan menjauh. Namun, ketika Anda melakukan sesuatu untuk mendapatkan ketrampilan, pengetahuan, dan agar Anda bisa memberikan nilai/value pada orang lain, maka uang akan datang pada Anda.

Ingin koleksi kata mutiara yang lain, silahkan klik Kata Mutiara Kehidupan

Thank you for reading article Kata Mutiara Membakar Anda di Tahun Baru




Kesusahan Hanya Sementara



Kesusahan Hanya Sementara

Kesusahan Hanya Sementara [opensains]

Kesusahan Hanya Sementara - Kadang kita mengalami masa kelam atau sulit di dalam setiap kehidupan semua orang. Tapi dengan pikiran dan respon (tindakan) yang positif semuanya itu akan dapat kita lewati dengan mudah.

Adakalanya tiba masa-masa sulit, yang membuat hidup terasa penuh kepedihan dan keluh kesah. Namun pada saatnya juga tibalah masa kegembiraan, yang membuat hidup terasa ringan dan terang. Tanpa sadar bibir kita basah dengan senyuman. Sesungguhnya kesedihan, kegembiraan, kekecewaan, keriangan, dan emosi-emosi lain hanyalah sementara. Sebagaimana sesaatnya malam ditelan siang. Tak selamanya kesedihan dan kegembiraan melanda Anda. Semua itu datang silih berganti, tanpa dapat selalu dinanti.

Yang perlu Anda pahami adalah kesementaraan ini. Kesementaraan menunjukkan bahwa emosi-emosi itu bukanlah milik Anda. Ia hanya sebuah tawaran dari alam yang menuntun tindakan dan sikap Anda. Ia bukanlah Anda. Saat gembira sadarilah kegembiraan itu. Saat sedih, pahamilah kesedihan itu. Saat Anda penuh dengan kesadaran akan emosi Anda , saat itu anda bersentuhan dengan jiwa yang tenang milik Anda.

Jadi selalulah untuk mensyukuri hidup ini, apapun itu yang terjadi. Dengan mensyukuri hidup ini maka kita akan memperoleh semangat untuk tetap menjalani hidup. Teruslah berjuang, pasti akan tiba masa kemenangan.

Refrensi : artikel-motivasi dan jagatmotivasi.com

Simak juga artikel tentang Jangan Melarikan Diri Dari Kesulitan

Thank you for reading article Kesusahan Hanya Sementara




Belajar Strategi Kerjasama Semut



Belajar Strategi Kerjasama Semut - Pernahkan Anda memperhatikan semut? Kadang kita dibuat jengkel dengan semut yang selalu datang jika kita menempatkan makanan. Seperti kata pepatah Ada gula ada semut. Dibalik semua itu ada pelajaran berharga dari semut tersebut. Coba pelajari dari bagaimana mereka hidup, mulai dari mencari makanan, mempersiapkan bekal untuk musim dingin yang panjang, hidup rukun dalam komunitas, bekerja keras dan bersahabat.

Belajar Strategi Kerjasama Semut

Belajar Strategi Kerjasama Semut [picstopin.com]

Pernakah Anda melihat ketika semut-semut membawa makanan? Terlihat ada semut yang membawa beban lebih besar dari tubuhnya. Menurut penelitian, semut bisa membawa beban 10 kali berat tubunya. Jika ada beban besar yang tidak bisa dibawa sendiri, semut mempunyai strategi, yaitu mengumpulkan temannya dan menggotongnya beramai-ramai agar benda tersebut bisa dibawa ke sarangnya. Strategi yang jitu dan kompak untuk mencapai tujuan tersebut bernama kerjasama (teamwork).

Kita bisa belajar dari strategi kehidupan semut. Jika Anda pernah memperhatikan ada beberapa ekor semut menemukan target makanan Anda, maka ketika sekelompok semut memutuskan untuk membawa temuan mereka (target). Bila makanan tersebut tidak cukup di bawa satu atau dua ekor semut ke sarangnya, beberapa semut akan melaporkan (identifikasi) ke yang lainnya dan kembali ke temuan itu. Sebelum mereka mengangkatnya temuan makanan tersebut, mereka terlebih dahulu mengitari berulang-ulang, maju dan mundur (measure) mengukur dan menganalisa cukup lama. Bahkan kadang semut yang satu pergi dan kembali dengan lebih banyak semut, tetap masih belum memutuskan mengangkat. Kemudian semut-semut yang berbaris melalui jalur dekat temuan, biasanya membelokkan arah sebentar, ada yang tetap tinggal dekat temuan berkerumun dan ada yang kembali meneruskan jalan (team selection) setelah mereka telah benar-benar yakin, temuan makanan tersebut dapat diangkat maka mereka memulai manever mengangkat temuan itu. Meskipun saat mengangkat kadang oleng ke kanan dan ke kiri.

Dalam jalur perjalanan semut membawa target makanan tersebut, ada team yang mengangkut target dan beberapa ekor semut biasanya beriringan satu per satu di depannya, dan diikuti dengan beberapa semut berkerumun kecil di belakang (support system). Juga selalu ada seekor semut yang kesana kemari selama proses pengangkutan terjadi, yang dengan gesit mengawasi (project leader) berjalan di depan, disamping di belakang team pengangkut. Kemudian, kelompok ini berhenti, dan semut yang satu itu, yang tergesit dari yang lain akan tetap sibuk bicara dari semut yang satu ke yang lain, kesana kemari mengatur maneuver selanjutnya. Beberapa kali, dalam perjalanan, kelompok pengangkut dan pengiring akan berhenti, ada semut yang bergantian mengangkut digantikan dari kelompok pengiringnya, dan demikian seterusnya. Dan semut-semut lain yang berjalan di dekat mereka akan selalu berhenti dekat kelompok ini dan meneruskan perjalanan mereka kembali.

Kumpulan semut bisa menjalankan serangkaian strategi dijalankan dengan manis dan tepat oleh mereka. Ada bebapa pelajaran yang bisa dipelajari dari teman kita yang bijak bernama semut? Mengapa kita tidak lebih kompak dan bijak dari mereka? Disini letak perbedaannya.

Milik Kita bersama

Semut tidak punya pemahaman makanan ini punyaku, atau makanan ini hanya untukmu. Dalam kategori pencapaian dan keberhasilan project seharusnya hanya ada, perspektif berpikir ini milik kita; bukan kami, aku dan engkau. Sementara manusia lebih menyukai cara memandang project sebagai jika melakukan sesuatu harus mendatangkan keuntungan dulu bagiku, atau aku tidak akan melakukannya untukmu dan kerja yang di berikan akhirnya berdasarkan hitung-hitungan di depan berapa besar gaji, bonus dan fasilitas kantor yang disediakan untukku?

Apakah kita bekerja tidak boleh mendapatkan keuntungan? Tentu saja boleh, harus malah. Semut juga pasti mencari keuntungan. Orang bekerja harus mendapatkan hasil yang sepadan dan adil yang didapat melalui proses yang benar.

Perbaiki Mental Attitude

Kebanyakan orang lebih sibuk berpikir tentang keuntungan sebelum kerja dimulai. Padahal, adalah lebih baik mengerahkan seluruh kemampuan untuk hasil maksimal lebih dulu, baru memperoleh keuntungan kemudian. Jangan dibalik. Tidak mungkin Anda dapat fokus dalam bekerja jika setiap saat Anda sibuk berhitung untung-rugi bekerja di perusahaan ini? Berhenti berpikir ini bukan perusahaan saya, dan mulailah mengambil sikap ownership dalam posisi apapun Anda di perusahaan dengan menyatakan, masa depan perusahaan ini, saya yang bertanggungjawab menjaganya. Belajarlah menghargai keadaan Anda, dan jadikan keberadaan Anda menjadi bagian penting di perusahaan, tanpa melihat posisi Anda di tempat kerja.

Perbaiki Strategi

Kerjasama tidak dapat dipaksakan. Ini hanya dapat diajarkan melalui kebiasaan. Coba lihat kunci yang kita temukan dari strategi semut. Saat Anda menemukan peluang, dan memutuskan untuk mengambil peluang sebagai target, identifikasikan semua sumber daya yang Anda dapat temukan, buatlah pengukuran yang tepat, uji ulang sampai Anda yakin bahwa target bisa dicapai bagi team Anda, lalu temukan dan seleksi team yang tepat yakni mereka yang kompeten dan dalam satu visi dengan Anda untuk mencapai tujuan. Jangan berhenti disini, ciptakan sistem pendukung (support system), ini adalah payung pengaman Anda. Siapkan lapisan kedua dalam team inti dengan kompetensi yang sama, jangan tergoda untuk mengambil banyak orang yang tidak memiliki kemampuan dan komponen kompetensi kerja yang sama satu dengan yang lain, ini akan hanya menambah beban. Kerjasama berarti juga membangun orang-orang yang tepat untuk pekerjaan tepat dan menempatkan mereka dalam tanggungjawab bersama. Perhatikan pemimpin yang sibuk, mengarahkan dan memastikan tujuan dapat dicapai oleh keseluruhan team. Pemimpin ini tidak menunggu teamnya bekerja harmonis dengan sendirinya, dialah orang yang paling bertanggungjawab memberikan motivasi, menumbuhkan semangat dan menunjukan strategi kerjasama yang mendukung pencapaian.

Jadikan kerjasama sebagai strategi Anda, belajarlah untuk bekerja bijak seperti semut.  (@M)

Mau tahu kisah Keluarga Semut, silahkan klik disini

Thank you for reading article Belajar Strategi Kerjasama Semut




Kisah Ayah dan Anak Serta Seekor Keledai



Kisah Ayah dan Anak Serta Seekor Keledai - Pada suatu waktu ada seorang lelaki yang hendak menjual keledainya ke pasar. Dia mengajak anaknya yang tunggal untuk berangkat bersama. Berhubung tempat tinggal mereka jauh letaknya, maka dia menyuruh anaknya untuk naik ke atas keledai tersebut, dan sang ayah berjalan di depan sambil memegang tali kekang.

Selang beberapa lama mereka berpapasan dengan tetangga mereka, seorang penebang kayu yang baru pulang dari hutan. Pria tersebut menyapa mereka dan berbincang-bincang tentang tujuan mereka. Di akhir perbincangan, dia berkata :

Kisah Ayah dan Anak Serta Seekor Keledai

Kisah Ayah dan Anak Serta Seekor Keledai [buddhist-practice-today]

Nak, harusnya kamu sadar diri. Ayahmu kan sudah tua, masa dia yang harus berjalan kaki sementara kamu duduk santai di atas keledai. Dasar anak tidak berbakti!

Orang tersebut pun berlalu. Sang anak merasa tak enak, kemudian turun dari keledainya dan menganjurkan supaya ayahnya saja yang duduk di atas keledai dan dia berjalan di depan sambil menuntun memegang tali kekang. Sang ayah akhirnya setuju.

Beberapa jauh kemudian, mereka berpapasan dengan rombongan pengelana dan kali ini sang ayah mendapat teguran pedas :

Orang tua kejam, anaknya disuruh berjalan sementara dia sendiri enak-enakan duduk di atas keledai. Dasar orang tua tidak berperasaan!

Ayah dan anak itu pun tertegun. Setelah rombongan pengelana itu berlalu, sang ayah pun memutuskan kalau lebih baik mereka berdua naik bersama di atas keledai tersebut. Sang anak pun menurut. Lalu mereka melanjutkan perjalanan dengan harapan tidak akan ada orang lain yang mencela mereka.

Setelah mendekati daerah pasar, mereka melihat seorang ibu yang sedang dalam perjalan pulang dari pasar. Dari kejauhan mereka dapat melihat kalau ibu itu memperhatikan mereka, tetapi sang ibu tidak melontarkan satu kata pun. Merasa kali ini mereka sudah membuat keputusan yang tepat, mereka terus berjalan hingga berpapasan dengan sang ibu. Tiba-tiba ibu itu dengan lantang berkata :

Eee, kalian benar-benar manusia gak berprihewanan. Keledai sudah kecil begitu masih aja dipaksa ngangkut kalian berdua! Heran deh gue???

Jengkel dengan komentar orang-orang, maka ayah dan anak itupun turun dari keledai, dan mereka berjalan di samping menuntun keledai. Melihat hal itu, orang-orang pun tak hentinya bekomentar lagi :

Lihatlah, betapa bodohnya mereka. Mereka punya keledai untuk dikendarai, malah mereka hanya menuntun keledainya tidak ditunggangi. Dasar ayah dan anak sama-sama bodohnya!. Akhirnya mereka berdua hanya bisa berdiam diri saja.

Kisah ini adalah kiasan belaka, bukankah hal seperti itu sering terjadi dalam kehidupan setiap kita? Memang tidak mudah untuk memuaskan keinginan semua orang karena sering kali selalu salah dimata mereka walaupun kita benar, apalagi kalau kita salah. Yakinlah akan perbuatan dan tujuan baik yang Anda lakukan, jangan terpengaruh pada pandangan dan pendapat orang lain. Jika itu tujuan dan cara yang benar dan baik, maka lakukanlah.

Refrensi : artikel-motivasi dan jagatmotivasi.com

Silahkan baca juga artikel terkait Kisah Ayah Dan Anak Menuntun Unta

Thank you for reading article Kisah Ayah dan Anak Serta Seekor Keledai




Kisah Tiga Karung Beras



Cerita Tiga Karung Beras - Seorang ibu tinggal di keluarga yang hidupnya sangat miskin. Suaminya sudah meninggal, hanya seorang anak laki-laki yang menemaninya. Tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang. Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.

Saat memasuki musim hujan, sang anak memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah, sehingga tidak bisa lagi bekerja di sawah. Karena daerah tempat tinggal keluarga tersebut terpencil, dan umumnya penduduk di sana bermata pencaharian sebagai petani, untuk biaya saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kilogram beras untuk dibawa ke kantin sekolah, sebagai pengganti biaya sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibunya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kilogram beras tersebut. Dan kemudian berkata kepada ibunya:  Ibu, saya mau berhenti sekolah dan membantu ibu saja bekerja di sawah.

3 Karung Beras

Cerita Tiga Karung Beras [teenvoice.co.id]

Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata: Ibu sudah senang sekali kamu memiliki niat seperti itu. Tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau ibu sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan ke sekolah nanti berasnya ibu yang akan bawa kesana.

Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan ke sekolah, dengan kesal sang ibu menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh ibunya. Sang anak akhirnya pergi juga ke sekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.

Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa ibunya datang ke kantin sekolah dan menurunkan sekarung beras dari bahunya. Pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka karungnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata : Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, disini isinya campuran beras dan gabah. Jadi kalian kira kantin sekolah ini tempat penampungan beras campuran.

Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut. Awal bulan berikutnya ibu memikul sekarung beras dan masuk kedalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekarung beras dari karungtersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata: Masih dengan beras yang sama. Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata : Tak perduli beras apapun yang ibu berikan, kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna. Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya

Sang ibu sedikit takut dan berkata : Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana?. Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata : Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam-macam jenis beras. Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi. Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali ke sekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: Kamu sebagai ibu kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu!.

Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis. Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.

Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata: Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi.

Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada di kampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya. Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi ke kampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan-pelan kembali ke kampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan ke sekolah.

Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu. Sang ibu buru- buru menolak dan

berkata: Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini. Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam- diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus dan mendapatkan beasiswa masuk ke perguruan tinggi negeri.

Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga karung beras. Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah. Kepala sekolah pun menunjukkan tiga karung beras itu dengan penuh haru dan berkata : Inilah sang ibu dalam cerita tadi. Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik keatas mimbar.

Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat kebelakang dan melihat gurunya menuntun ibunya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang anak pun saling bertatapan. Pandangan ibu yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat ibunya dan berkata: Oh ibuku

Pepatah mengatakan: Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan. Inilah kasih seorang ibu yang terus dan terus memberi kepada anaknya tak mengharapkan kembali dari sang anak. Hati mulia seorang ibu demi menghidupi sang anak. Bekerja tak kenal lelah dengan satu harapan, agar sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses dimasa depannya. Mulai sekarang, katakanlah kepada ibu dimanapun ibu kita berada dengan satu kalimat: Terima kasih ibu. Aku mencintaimu, Aku menyanyangimu selamanya. (@M)

http://www.facebook.com/pages/IBUKU-SEGALANYA/436319913075757?ref=hl

Ingin tahu artikel Kebohongan Seorang Ibu Demi Anaknya, silahkan klik disini

Thank you for reading article Kisah Tiga Karung Beras




Kisah Tiga Orang Pencuri



Kisah Tiga Orang Pencuri

Kisah Tiga Orang Pencuri [kompasiana]

Kisah Tiga Orang Pencuri - Apakah Anda termasuk salah satunya? Baca sampai selesai untuk menjawabnya.

Pencuri Ini Tinggi Hati

Peristiwa ini terjadi di sebuah toko makanan kecil pada tahun 1887. Seorang pria yang tampak berumur kurang lebih enam puluh tahun membeli lobak hijau. Dia menyerahkan kepada pelayan selembar uang dua puluh dolar dan menunggu kembalian. Pelayan toko menerima uang dan mulai memasukan ke laci sementara dia mengambil kembalian.

Walaupun demikian dia memperhatikan ada tinta pada jarinya, yang masih basah karena memegang lobak hijau. Dia terkejut dan berhenti sejenak untuk memikirkan apa yang akan dilakukannya. Setelah sesaat bergulat dengan masalah itu, dia membuat keputusan. Ini adalah Emanuae Ninger, teman lama, tetangga, dan pelanggan. Tentunya orang ini tidak akan memberinya uang yang tidak asli.

Dia pun memberikan kembalian dan si pria pergi. Kemudian, si pelayan toko berpikir kembali karena dua puluh dolar uang yang banyak sekali pada tahun 1887. Dia memanggil polisi. Seorang polisi merasa yakin bahwa uang dua puluh dolar itu asli. Polisi lainnya kebingungan dengan tinta yang terhapus. Akhirnya, rasa ingin tahu yang diperpadukan dengan tanggung jawab memaksa mereka mendapatkan surat perintah penggeledahan rumah Ninger. Diloteng mereka menemukan lembaran uang dua puluh dolar.

Bahkan mereka menemukan uang dua puluh dolar yang sedang dalam proses pencetakan. Mereka juga menemukan tiga potret diri yang dilukis oleh Emanuel Ninger. Ninger adalah pelukis dan pelukis yang ahli. Dia begitu ahli, sehingga dia melukis dengan tangan lembaran uang dua puluh dolar. Dengan teliti, goresan demi goresan, dia menggunakan sentuhan keahliannya demikian cermat. Sehingga dia bisa membodohi setiap orang sampai terjadi perubahan nasib dalam bentuk tangan basah pelayan toko makanan yang mengungkapkan perbuatannya.

Setelah dia ditangkap, potret dirinya dijual dalam lelang umum seharga $ 16.000- masing-masing lebih dari $ 5.000. Ironi dari kisah ini adalah bahwa Emanuel Ninger memerlukan waktu yang tepat sama panjangnya untuk melukis uang dua puluh dolar seperti yang dilakukannya untuk melukis potret diri seharga $ 5.000. ya, orang yang cemerlang dan berbakat ini menjadi PENCURI dalam segenap arti katanya.

Tragisnya, orang yang paling banyak dicurinya adalah Emanuel Ninger sendiri. Bukan hanya dia seharusnya menjadi orang kaya seandainya secara sah dia memasarkan kemampuannya, tetapi seharusnya dia bisa membeli begitu banyak kesenangan dan begitu banyak keuntungan bagi sesamanya. Dia termasuk dalam daftar pencuri yang tidak ada habishabisnya yang mencuri dari dirinya sendiri ketika mereka berusaha mencuri dari orang lain.

Pencuri Ini Tinggi Hati

Pencuri kedua yang akan diceritakan kepada Anda adalah seorang pria bernama Arthur Bary. Dia juga pencuri yang luar biasa. Dia adalah pencuri perhiasan yang beroperasi pada tahun dua puluhan yang hingar bingar . Barry mendapat reputasi international mungkin sebagai pencuri terkemuka sepanjang masa. Bukan hanya dia pencuri perhiasan yang sukses, dia juga seorang penilai barang seni. Bahkan dia menjadi orang yang tinggi hati dan tidak mau mencuri dari sembarang orang itu bukan watak Arthur Bary.

Bukan hanya prospeknya harus punya uang dan perhiasan supaya dia bisa datang berkunjung, tetapi nama mereka juga harus terdaftar di eselon masyarakat. Kurang lebih menjadi lambang status dikunjungi dan dirampok oleh pencuri ksatria ini. Perasaan ini, perlu cepatcepat menambahkan, menyebabkan angkatan kepolisian sangat malu.

Pada suatu malam, Bary tertangkap ketika sedang merampok dan ditembak tiga kali. Dengan peluru bersarang ditubuhnya, pecahan kaca dimatanya dan menderita rasa sakit yang luar biasa, dia membuat pernyataan tidak terlalu diluar dugaan : saya tidak akan melakukan ini lagi. Ajaibnya, dia berhasil meloloskan diri dan selama tiga tahun berkutnya dia tetap hidup diluar penjara. Kemudian seorang wanita yang cemburu melaporkannya dan Bary menjalani hukuman penjara delapan belas tahun.

Setelah dibebaskan dia memenuhi janjinya. Dia tidak kembali ke kehidupannya sebagai pencuri perhiasan. Bahkan dia menetap disebuah kota kecil di New England dan menjalani kehidupan sebagai warga teladan. Warga kota setempat sempat menghormatinya dengan menjadikannya ketua organisasi veteran lokal.

Walaupun demikian akhirnya berita bocor bahwa Arthur Bary, pencuri perhiasan permata termashur, berada ditengahtengah mereka. Wartawan dari seluruh negara berdatangan ke kota kecil itu untk mewawancarainya. Mereka mengajukan sejumlah pertanyaan dan akhirnya seorang wartawan muda mendapatkan inti persoalan ketika dia mengajukan pertanyaan yang paling mendalam.

Pak Bary, dia bertanya, Anda mencuri dari banyak orang kaya selama tahuntahun kehidupan Anda sebagai pencuri, tetapi saya ingin tahu apakah Anda masih ingat salah satu yang paling banyak Anda curi ?. Tanpa keraguan sesaat pun Barry menjawab , Itu mudah. Seharusnya saya menjadi usahawan yang sukses, seorang baron di wall street dan warga masyarakat yang berjasa  memberikan banyak sumbangan, tetapi sebaliknya saya memilih kehidupan sebagai pencuri dan melewatkan dua pertiga masa dewasa saya di balik terali besi penjara . Ya, Arthur Barry benarbenar pencuri yang mencuri dari dirinya.

Anda Kenal Pencuri Ini

Pencuri ketiga yang akan saya bicarakan jelas sekali adalah Anda sendiri. Saya akan menyebut Anda pencuri karena siapa saja yang tidak mempercayai dirinya dan menggunakan sepenuhnya keahlian secara harfiah mencuri dari dirinya sendiri, dan juga dari orang orang yang dicintainya dan dalam proses perbuatanya, karena berkurangnya produktivitas, dia juga mencuri dari masyarakat.

Karena tidak ada seorangpun yang menyadari bahwa dia mencuri dari dirinya sendiri, jelas sekali bahwa mereka yang mencuri dari dirinya berbuat begitu karena tidak tahu. Walaupun demikian kejahatannya masih serius karena kerugiannya sebesar kalau dilakukan dengan sengaja.

Jadi pertanyaannya jelas sekali : Apakah Anda siap berhenti mencuri dari diri Anda sendiri? Saya merasa cukup optimis untuk berkeyakinan bahwa Anda sudah mulai mendaki ke puncak sukses. Bagi Anda dan banyak orang lainnya, tulisan ini akan memberikan motivasi, inspirasi dan pengetahuan untuk membawa Anda jauh sekali ke depan.

Namun baiklah saya akan memperingatkan Anda bahwa pendidikan Anda di bidang ini belum lengkap pada saat Anda menyelesaikan email ini. Tubuh Anda memerlukan gizi setiap hari dan pikiran Anda juga memerlukan gizi mental sama seringnya, jadi teruslah membaca tulisan saya dan segera setelah Anda menyelesaikan tulisan ini, segera Anda melihat ke cermin, Anda akan memandangi mata bekas pencuri.

Selamat !!!

Setiap kita diciptakan unik, tidak ada kata tidak bisa. Jadi mulai saat ini Anda akan mulai menggali potensi Anda dan tidak mencuri dari diri Anda sendiri lagi. Sekali lagi selamat Anda akan sukses Anda pasti bisa.

Refrensi : artikel-motivasi dan jagatmotivasi.com

Jangan lupa baca Pay It Forward

Thank you for reading article Kisah Tiga Orang Pencuri




Pesan Ibu Untuk Sang Anak



Pesan Ibu Untuk Sang Anak - Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah rumah makan karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!

Tidak Dik, saya mau makan nasi saja, kata si pemuda menolak.

Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar rumah makan.

Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, Tidak Dik, saya sudah kenyang.

Sambil berkukuh mengikuti si pemuda, si anak berkata, Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om.

Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya.

Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar rumah makan, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan rumah makan.

Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?

Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu.

Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh. Si anak pun segera menghitung dengan gembira.

Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu.

Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami.

Sebuah ilustrasi diatas menggambarkan tentang sikap perjuangan hidup yang positif dan terhormat. Walaupun mereka miskin harta, tetapi mereka kaya mental. Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain. Tapi dengan bekerja keras, jujur, dan membanting tulang. Jika setiap manusia mau melatih dan mengembangkan kekayaan mental di dalam menjalani kehidupan ini, lambat atau cepat kekayaan mental yang telah kita miliki itu akan mengkristal menjadi karakter, dan karakter itulah yang akan menjadi embrio dari kesuksesan sejati yang mampu kita ukir dengan gemilang. (@M)

Refrensi: Andrie Wongso

Silahkan baca juga cerita Ibu Justru Bangga Kepadanya

Thank you for reading article Pesan Ibu Untuk Sang Anak




Sponsor

Popular Posts

Blog Archive

Powered by Blogger.